Pilarmanado.com, MANADO – Menjelang pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Utara (Sulut), berbagai manuver politik mulai bermunculan, termasuk sejumlah nama yang digadang – gadang sebagai calon ketua.
Nama yang mencuat salah satunya dr. Michaela Elsiana Paruntu, MARS, saat ini menjabat Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (PDRD) Sulawesi Utara (Sulut), Periode 2024 – 2029.

Pencalonan dr. Michaela Elsiana Paruntu, MARS, atau yang akrab disapa MEP itu, mencuat ke publik setelah DPD Golkar, memberikan isyarat menggelar Musda untuk memilih dan menetapkan pengurus baru, yang dijadwalkan berlangsung awal tahun ini.
Masuknya MEP dalam bursa pencalonan Ketua Golkar Sulut untuk masa bakti lima tahun ke depan, bukan tak beralasan. Beberapa pengurus arus bawah (akar rumput – red), bahkan telah menyatakan sepakat mendukung MEP untuk merebut kursi bergengsi tersebut.
Keputusan dukungan terhadap MEP juga datang pengurus serta simpatisan Partai Golkar Desa Sea II, Kabupaten Minahasa. Melalui Ketuanya Sonny Habingadil, mereka menyatakan satu suara mengusung MEP untuk bertarung.
Sonny mengatakan, dukungan terhadap MEP merupakan bagian dari proses demokrasi di tubuh Partai Golkar. Dikatakan, MEP adalah sosok pemimpin muda yang enerjik, dekat dengan masyarakat dan tokoh agama, serta memiliki jiwa sosial tinggi. Kedekatan MEP dengan kalangan pemuda juga menjadi nilai tambah signifikan.
“Pencalonan Ibu MEP adalah bagian dari dinamika demokrasi internal partai. Siapa pun berhak mencalonkan diri, selama memiliki kapasitas dan visi – misi yang jelas,” ujar Sonny, melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 28 Februari 2026.

Dalam pandangannya, Sonny menandaskan, kehadiran dan kepastian MEP sebagai calon Ketua Partai Golkar Sulut, akan memberikan dampak positif dan warna baru dalam Musda, karena bukan kader baru.
Selain aktif di dunia politik, MEP juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan. HYS tercatat pernah menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa Selatan (Minsel), Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong – Royong (MKGR) Sulut, Ketua barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) Sulut dan Ketua Komisi Pelayanan Remaja Sinode – Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM.
“Ini adalah bukti kalau Ibu MEP matang berorganisasi. Dan ini juga sebuah bukti kalau Ibu MEP bukan orang baru dalam dunia politik, kemasyarakatan dan organisasi sosial, dengan pengalaman mumpuni,” lanjut Sonny.
Berdasarkan bukti – bukti itulah, Sonny menyampaikan, dalam pertarungan Musda partai berlambang beringn itu, sebaiknya memilih ketua yang berwawasan cerdas dan luas, demi kemajuan Partai Golkar ke depan. Penulis: Christiaan N.G.

