“Dalam surat itu, kami (sekolah – red) menjelaskannya secara detail. Sebaliknya, pihak dinas memahami dan memberikan sejumlah masukan. Intinya, meski ruang belajar sekarang ini tidak memadai, proses belajar mengajar harus tetap berlangsung secara normal”.
ERNY SUMARAUW, KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 42 MANADO.
Pilarmanado.com, MANADO – Sebanyak Enam Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Manado mendapat prioritas rehabilitasi gedung/ruang belajar dari Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, untuk tahun anggaran 2025.

Keenam sekolah itu masing – masing, SD Negeri 02, 19, 24, 42, 39, dan SD Negeri 115, dibangun menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) Pemkot Manado, sebesar Rp 7, 416 miliar lebih.
Sedangkan untuk pihak ketiga dan konsultan pengawas dimenangkan PT Maju Marturia Mandiri dan PT Aras Berkarya Mandiri, dengan nomor kontrak: D.01/Dikbud/Rehab/SD–DAU-SG/SP/IX/2025.
Kepala SD Negeri 42 Manado, Erny Sumarauw, S.Pd, yang disambangi Aliansi Pers Pendidikan Manado (APPM), Selasa (21/10/2025), mengatakan, pihaknya mendapat jatah enam ruang kelas dengan bangunan konstruksi dua lantai.
Dengan begitu kata dia, sebagian ruang kelas lama dibongkar, lantaran bentuk fisiknya yang masih semi permanen, sehingga tidak mungkin digunakan untuk menopang bangunan baru.
“Kami senang dan berterima kasih kepada Pak Wali Kota dan Pak Kadis Dikbud yang terus peduli dengan mutu pendidikan di Kota Manado, baik fisik maupun non fisik. Memang bangunan SD Negeri 42 usianya sudah cukup tua, sehingga wajarlah jika diganti dengan yang baru,” ujar Erny di ruang kerjanya.
Dengan ketambahan enam ruang kelas baru, kata Erny, sekolah yang dipimpinnya masih menyisahkan beberapa ruang kelas. Rencananya imbuh dia, kelas – kelas itu akan difungsikan menjadi ruang kepala sekolah, ibadah, perpustakaan dan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Menyentil soal proses belajar mengajar pasca dibongkarnya ruang kelas tersebut, Erny menjelaskan, terkait kendala itu pihaknya telah menyurat ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Solusinya, Erny pun mengundang orang tua siswa dan menyampaikan metode belajar selama belum rampungnya bangunan baru. Disebutkan lagi, sekolah akan memberlakukan sistem belajar melalui luar jaringan (Luring) dan dalam jaringan (Daring). Penulis: Christiaan N.G.

