Pilarmanado.com, MANADO – Setelah melalui pertimbangan matang, dewan redaksi majalah hukum nasional Forum Keadilan (FK), akhirnya menunjuk sekaligus menetapkan Dr Santrawan Totone Paparang, S.H, M.H, M.Kn, sebagai advokat & konsultan hukum, untuk masa bakti yang tidak ditentukan.
Diabsahkannya alumni fakultas hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Angkatan 1989 itu sebagai advokat sekaligus konsultan hukum pada media massa itu, merupakan pilihan tepat dan rasional.

Selain dikenal khalayak sebagai pakar hukum, Santrawan juga tetap konsisten atau tegak lurus pada jalur yang telah membesarkan namanya. Tidak mengherankan, tawaran pun datang silih berganti, meminta dia menjadi kuasa (pengacara –red) untuk suatu perkara.
Bagi Suami Henny Tambuwun, yang juga berlatar belakang sarjana hukum, dunia pers bukanlah sesuatu yang baru. Santrawan diketahui telah lama akrab dengan wartawan, meski kedekatannya bukan semata – mata karena ingin mempublikasikan dirinya, tapi lebih dari pada itu, di mana pers merupakan partner untuk mensinkronisasikan apa yang dia hasilkan dari suatu karyanya.
“Secara pribadi, pers yang merupakan institusi resmi dan dibentuk pemerintah maupun sendiri – sendiri, tujuannya sama. Bagi saya, media massa adalah wadah atau sarana untuk mempublikasikan sesuatu yang dianggap penting untuk diketahui orang banyak,” ujar San, panggilan akrabnya, pada suatu kesempatan.
Menyentil status barunya sebagai advokat & konsultan hukum pada majalah Forum Keadilan, Santrawan mengatakan, porsi tersebut tidak melebihi dari suatu yang dipercayakan kepada dirinya.
“Menjadi konsultan hukum di media massa, gampang – gampang susah. Karena ruang lingkupnya besar, kita kerap diperhadapkan pada persoalan demi persoalan, namun ujung – ujungnya teman kita juga,” canda peraih cum laude untuk program magister hukum dan magister kenotariatan itu.
Dikatakan ayah dua anak dan opa dari satu cucu itu, profesinya sebagai pekerja non pemerintah, akan terus berupaya mengedepankan prinsip keprofesionalan dan berjiwa independensi, jika nantinya berhadapan dengan masalah hukum.

“Saya ini seorang pekerja profesional. Saya akan berupaya menempatkan pada posisi yang sebenarnya, Terkait dugaan yang ada kaitannya dengan berita – berita yang bersentuhan langsung dengan pelanggaran hukum atau tidak, kita lihat inti masalahnya seperti apa,” ujar peraih predikat program doktoral hukum itu dengan mimik serius.
Saat ditanya tanggapannya menyangkut terpilihnya dia sebagai advokat dan konsultan hukum pada majalah Forum Keadilan, sosok murah senyum itu mengatakan, kepercayaan itu mahal harganya.
“Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan majalah Forum Keadilan. Prinsipnya, semakin sedikit laporan atau komplain ke kita (redaksi – red), berarti semakin baik apa yang kita (media massa – red) beritakan,” imbuh Santrawan, yang juga pengajar di beberapa universitas di Jakarta. Penulis: Christiaan N.G.

