Pilarmanado.com, MEDAN – Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), Hashim Djojohadikusumo, menyambangi Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kedatangan adik kandung Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI Prabowo Subianto itu ke Sumut, didampingi Pengurus LBH GEKIRA, dengan tujuan utama menyuarakan budaya saling menghormati antar sesama umat beragama.
Ketua LBH GEKIRA, Dr. Santrawan Totone Paparang, S.H, M.H, M.Kn, kepada Pilarmanado.com, mengatakan, kunjungan tersebut tidak hanya berkutat pada keharmonisan kehidupan manusia, tapi juga bernuansa pada kepedulian betapa pentingnya menjaga bumi sebagai tanggung jawab moral bersama.
“Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus dijaga. Menjaga kehidupan berkebangsaan dan bernegara adalah absolut, sehingga harus terus dikumandangkan,” ujar pengajar (dosen – red) di beberapa universitas ternama di Jakarta, Senin, 12 Januari 2026.

Dikatakan peraih predikat cum laude (lulusan terbaik – red) untuk strata satu ilmu hukum, magister hukum, magister kenotariatan dan program doktoral hukum itu, kedatangan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) bersama LBH GEKIRA, difokuskan pada misi kemanusiaan, sosial dan sosialisasi tentang diberlakukannya Kitab Undang – Undang Hukum (KUH) Pidana dan Kitab Undang – Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.
Pada kesempatan yang sama, Hashim yang juga utusan khusus Presiden RI bidang iklim dan energi, kata Santrawan, menyempatkan berdialog serta menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat Sumut terdampak musibah banjir bandang.
“Selain itu, Pak Hashim dan pengurus LBH GEKIRA menggelar dialog dengan Gubernur Sumut serta seluruh walikota dan bupati yang hadir. Ada banyak hal yang kami bicarakan, termasuk membangun Sumut dari keterpurukan pasca bencana,” ujar alumni Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado Angkatan 1989 itu.
Selanjutnya imbuh Santrawan, Hashim bersama LBH GEKIRA akan bertolak menuju Provinsi Papua dengan misi yang sama. Dijadwalkan, mereka berada di provinsi paling Timur Indonesia itu, pada 15 hingga 19 Januari 2026.
”Diagendakan, tim akan bertemu dan berdialog dengan gubernur di lima provinsi serta seluruh walikota dan bupati. Jika tidak ada perubahan, usai pertemuan akan dirangkaikan dengan acara perayaan natal bersama,” imbuh Santrawan, yang juga ahli pidana.
Pada kunjungan tersebut, Hashim Djojohadikusumo bersama rombongan disambut sejumlah pejabat, diantaranya Gubernur Sumut, Bobby Nasution, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumut, Harli Siregar dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut, Irjen Pol Whisnu Hernawan.
Penulis: Christiaan N.G.

