Pilarmanado.com, MANADO – Siswa yang tergabung dalam organisasi Green Community dan Pramuka Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Manado memanfaatkan sisa bahan organik dari Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengolahnya menjadi eco enzim ramah lingkungan.
Kegiatan itu dilakukan sebagai suatu bentuk kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah sekaligus upaya mendukung pengelolaan limbah yang lebih bermanfaat. Program MBG yang telah rutin dilaksanakan di berbagai sekolah tidak memiliki atau kurangnya pengelolaan sisa makanan.

Kepala SMA Negeri 7 Manado, Dr. Willem H. Rawung, S.S., M.Hum, mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan rutin pada Selasa, 13 Januari 2026, dan akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari program kepedulian lingkungan sekolah.
Dia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem pengelolaan dapur MBG, melainkan sebagai kegiatan edukatif yang memberikan manfaat langsung bagi sekolah.
“Saya ingin siswa menyadari bahwa limbah, khususnya limbah organik, sebenarnya bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna. Dari sini, siswa belajar tentang tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Selain mengurangi bahan organik yang terbuang, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah, menjaga lingkungan, serta menerapkan konsep ekonomi sirkular, di mana sisa bahan tidak langsung dibuang, tetapi diolah kembali menjadi produk yang bernilai guna.

Ketua Green Community SMA Negeri 7 Manado, Jhofan Margani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata siswa dalam menjaga lingkungan sekolah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa siswa juga memiliki peran dalam menjaga lingkungan sekolah dan mendukung pelaksanaan Program MBG agar lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan pengolahan sisa bahan organik menjadi eco enzim ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Pihak sekolah menilai program ini tidak hanya memberikan manfaat praktis bagi lingkungan sekolah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan, rasa tanggung jawab sosial, serta partisipasi aktif siswa dalam upaya pelestarian lingkungan.
Koresponden: Jhofan Margani.
Editor : Christiaan N.G.

