Pilarmanado.com, MANADO – Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI Prabowo Subianto, dijadwalkan mengunjungi Sulawesi Utara (Sulut), untuk meninjau perkembangan atas hasil Riset Ilmiah Kelautan Nasional (RIKN).
Kunjungan Presiden Prabowo tersebut berkaitan dengan agenda RIKN, yang menempatkan wilayah perairan utara Sulut, sebagai salah satu fokus utama eksplorasi laut dalam Indonesia.

Selain itu, Presiden Prabowo diagendakan berkunjung kapal riset berteknologi tinggi RV OceanXplorer, yang tengah beroperasi dan bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Ocean Exploration Foundation (OceanX).
Wakil Kepala Badan Riset dan Informasi Nasional (BRIN), Amarulla Octavian, mengonfirmasi kalau Presiden Prabowo memberikan atensi khusus terhadap proyek riset tersebutini.
Riset laut kata Amarulia, menjadi bagian penting dari visi besar Presiden Prabowo, untuk memperkuat kedaulatan maritim dan pemanfaatan Sumber Daya Laut (SDL) secara berkelanjutan.
Sementara Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menyatakan kesiapannya menyambut orang nomor satu di republik ini. Menurut YSK, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut siap mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan kepresidenan, termasuk pengamanan, fasilitas, hingga dukungan lintas sektor.
“Kami Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendukung penuh kegiatan ini. Jika Presiden Prabowo melaksanakan kunjungan, kami sudah sangat siap,” tegas Gubernur YSK, Jumat, 09 Januari 2026.
Gubernur menegaskan, keterlibatan Sulut dalam riset kelautan berskala internasional, merupakan peluang besar untuk memperkuat posisi daerah sebagai gerbang riset, inovasi, dan Ekonomi Maritim Indonesia di kawasan pasifik.
Ditandaskannya, dengan potensi laut yang luas dan strategis, Sulut tidak hanya menjadi lokasi penelitian, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta investasi kelautan berkelanjutan di masa depan.
Ada pun tujuan utama penelitian akan difokuskan pada Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Utara Sulut, dengan cakupan eksplorasi gunung laut (seamounts), ekosistem laut dalam, serta kajian potensi bencana geologi bawah laut.
Diharapkan, riset tersebut dapat menjadi fondasi kuat bagi transformasi ekonomi biru (blue economy) Indonesia, sekaligus memperkuat kemampuan nasional dalam pemetaan laut dalam secara mandiri, tanpa ketergantungan penuh pada data asing, mengingat wilayah ini memiliki kekayaan biodiversitas sekaligus nilai strategis geopolitik dan ekonomi yang sangat besar. Penulis: Christiaan N.G.

