Pilarmanado.com, MINAHASA UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) memberi perhatian terhadap upaya pemulihan lingkungan di Pulau Bangka, terutama untuk mengantisipasi ancaman kebakaran lahan dan memulihkan kawasan yang didominasi alang-alang.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Yayasan Masarang dengan Bupati Minut, Joune Ganda, Selasa, 22 Oktober 2026.

Dalam pertemuan itu, Yayasan Masarang mempresentasikan rencana program restorasi lingkungan melalui reboisasi di sejumlah kawasan yang dinilai sesuai untuk dipulihkan secara bertahap menjadi kawasan berhutan.
Bupati menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, program restorasi tidak boleh hanya berorientasi pada penghijauan, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.
“Tujuan reboisasi ini bukan hanya sekadar menghijaukan, tetapi juga ikut memberdayakan masyarakat. Ini yang paling penting,” kata Joune.
Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program. Dengan melibatkan warga sejak proses penanaman, diharapkan tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab untuk merawat tanaman serta menjaga kawasan yang telah direstorasi.
Joune menilai, upaya pemulihan lingkungan perlu dilakukan sejak dini, terlebih ketika kondisi cuaca panas dan kering meningkatkan kerentanan kawasan yang didominasi vegetasi kering, seperti alang-alang, terhadap kebakaran.
Karena itu, restorasi lingkungan di Pulau Bangka diharapkan menjadi langkah jangka panjang untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus melindungi lingkungan bagi generasi mendatang.
Meski demikian kata Joune, rencana restorasi tersebut tidak berarti seluruh kawasan alang – alang akan diubah menjadi hutan. Penanaman pohon akan diarahkan pada kawasan yang dinilai sesuai, dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan lingkungan setempat.
Ia juga mengingatkan bahwa pemulihan hutan membutuhkan waktu panjang. Keberhasilan program tidak dapat diukur hanya dalam hitungan bulan, melainkan melalui proses pertumbuhan tanaman dan konsistensi pemeliharaan selama bertahun-tahun.
“Nanam pohon bukan seminggu dua minggu. Bertahun-tahun, puluhan tahun, bahkan bisa ratusan tahun. Ini yang menjadi harapan saya, supaya program ini sustain atau berkelanjutan,” katanya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat, upaya pemulihan kawasan Pulau Bangka diharapkan tidak hanya memperluas tutupan vegetasi, tetapi juga memperkuat kesadaran bersama dalam mencegah kebakaran lahan dan menjaga kelestarian lingkungan untuk masa depan. Penulis: Arnold Johanes.

