“Jaminan keamanan beribadah bukan sekadar persoalan pengamanan kegiatan keagamaan, melainkan bagian dari perlindungan hak konstitusional warga negara. Karena itu, komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, sehingga setiap umat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan tanpa rasa takut.”
Dr. SANTRAWAN TOTONE PAPARANG, PAKAR HUKUM PIDANA, PRAKTISI HUKUM, AKADEMISI, ADVOKAT.
Pilarmanado.com, MANADO – Praktisi hukum Dr. Santrawan Totone Paparang, S.H., M.H., M.Kn., mengapresiasi komitmen Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, dalam menjamin keamanan, kenyamanan dan kebebasan beribadah bagi umat Kristiani di Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan Santrawan menyusul kunjungan silaturahmi Kapolri bersama jajaran pejabat Mabes Polri ke Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, awal November 2026.

Menurut Santrawan, jaminan keamanan dan kebebasan menjalankan ibadah merupakan bagian penting dari tanggung jawab negara, dalam melindungi hak setiap warga negara.
Negara Berikan Rasa Aman
Santrawan menilai, situasi yang aman, tenteram dan damai, juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada Polri untuk bersama – sama membangun bangsa dan negara yang aman. Sudah sepantasnya negara hadir untuk memberikan rasa aman, nyaman saat beribadah,” ujar Santrawan, yang dihubungi Pilarmanado.com, Jumat, 06 November 2026.
Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung Polri bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, serta mewujudkan kesejahteraan umum.
Sinergitas Masyarakat dan Kepolisian
Tak hanya itu, Santrawan juga mengajak insan pers berperan aktif menyampaikan pesan – pesan positif, mengenai pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab Aparat Penegak Hukum (APH), tetapi juga partisipasi seluruh komponen bangsa.

Peraih predikat cum laude strata satu ilmu hukum, magister hukum, magister kenotariatan dan program studi doktor hukum menambahkan, dengan adanya penegasan Kapolri, persekusi terhadap kaum minoritas tidak terjadi lagi di Indonesia.
Lebih jauh dikatakan, keamanan dan kedamaian merupakan modal penting dalam membangun bangsa. Disebutkan pengajar di beberapa universitas di Jakarta, dengan kondisi yang kondusif, negara telah memberikan rasa aman kepada seluruh umat beragama tanpa diskriminasi.
Silaturahmi, Bangun Komunikasi
Di sisi lain Santrawan menambahkan, kunjungan Kapolri ke Gedung Konferensi KWI di Jakarta, merupakan ajang silaturahmi, dalam membangun komunikasi dan mempererat hubungan kelembagaan dengan para pemimpin gereja.
Sebagaimana dilansir beberapa media massa, Kapolri Suyudi pada pertemuan tersebut menegaskan, kehadiran kepolisian bertujuan untuk memberikan pesan damai, serta memastikan Umat Kristiani dapat menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan aman, damai, dan tentram.
Selain itu, Kapolri menyatakan membuka diri terhadap berbagai masukan, informasi, dan diskusi, agar penanganan isu – isu di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat, komprehensif serta optimal. Penulis: Christiaan N.G.

