Pilarmanado.com, MANADO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), memberi sinyal bertemu Gubernur Banten, Andra Soni, S.M., M.AP., membahas kebebasan beragama.

Rencana pertemuan itu mengerucut pasca penyegelan atas rumah doa Jemaat Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, yang akhirnya dicabut pemerintah setempat.
Ketua DPP LBH GEKIRA Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Dr. Santrawan Totone Paparang, S.H., M.H., M.Kn., mengatakan, sebelumnya telah dilakukan pertemuan antara pihaknya dengan pengurus gereja.
“Pertemuan yang dihadiri Mas Gugun dari Kementerian Agama (Kemenag) serta kawan – kawan lain lintas sektoral, berlangsung secara baik,” ujar Santrawan melalui pesan WhatsApp-nya kepada Pilarmanado.com, Kamis, 09 April 2026.
Hasilnya lanjut Santrawan, beberapa kesepakatan dan solusi pun mengemuka serta disetujui kedua belah pihak, untuk kemudian diselesaikan tanpa ada pihak yang dirugikan.

Selanjutnya imbuh Santrawan, pihaknya bersama pihak terkait akan bertemu Gubernur Banten, di mana pencalonannya didukung penuh Partai Gerindra. Dia berharap, pertemuan tersebut dapat berlangsung aman, nyaman dan berakhir dengan kedamaian.
“Harapan kami, pertemuan dapat menghasilkan poin – poin yang saling menguntungkan. Kami juga berharap pertemuan bisa menghentikan konflik, sehingga kebebasan beribadah dapat terus berlangsung tanpa adanya gangguan,” imbuh Santrawan. Penulis: Christiaan N.G.

