Pilarmanado.com, MANADO – Sebanyak 248 bangunan sekolah di Sulawesi Utara (Sulut) mengalami proses revitalisasi pada tahun ajaran pendidikan 2025 – 2026. Renovasi merupakan bukti kepedulian Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan membangun fasilitas pendidikan secara merata di Indonesia.

Penegasan itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., pada Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan di Sulawesi Utara, yang merupakan bukti nyata Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, di Taman Kanak – kanak (TK) Negeri 10 Manado, Selasa, 21 April 2026.
Revitalisasi Lampaui Target
Abdul mengatakan, pada 2025 lalu, Kemendikdasmen telah membangun 16.167 satuan pendidikan yang mendapatkan revitalisasi. Jumlah tersebut kata dia, melampaui target sebanyak 10.440 satuan pendidikan.
“Pada tahun 2026, capaian revitalisasi sesuai pagu (batas tertinggi atau plafon – red) awal sebanyak 11.744. Sesuai janji Pak Presiden, akan ada ketambahan 60.000 satuan pendidikan,” ujar menteri.
Khusus Sulawesi Utara (Sulut), pembenahan sarana mencapai 248 satuan pendidikan dengan rincian, 247 sekolah revitalisasi, satu unit sekolah baru. Ada pun untuk pembangunannya menyerap anggaran sebesar Rp 231miliar lebih.
Sedangkan untuk Kota Manado lanjut Abdul, Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi sebanyak 18 satuan pendidikan atau sebesar 7,3 persen dari total pembenahan sekolah di Sulut.
Bantuan Interactive Flat Panel
Selain revitalisasi, Kemendikdasmen telah mentribusikan 288 ribu lebih Interactive Flat Panel atau IFP (layar sentuh pintar all-in-one beresolusi tinggi – red) di 38 provinsi di Indonesia. Untuk tahun ini, pemerintah akan menambah menyalurkan 886 ribu lebih IFP.

Sebelumnya pada tahun 2025, bantuan IFP ke Sulut sebanyak 3.760 dengan rincian, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 373, Sekolah Dasar (SD) 2.203, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 733, Sekolah Menengah Atas (SMA) 226, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 144, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) 20, Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) 23, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 38 unit.
“Untuk Kota Manado, total sasaran IFP pada tahun 2025 sebanyak 506 atau 13,5 persen dari total bantuan IFP di Sulawesi Utara,” imbuh Abdul.
Guru di Sulut Tercatat 38 Ribu Lebih
Terkait dengan program guru di Sulut mencapai lebih dari 38 ribu lebih dengan rincian, 4.420 Kepala Sekolah (Kepsek) dan 34.191 guru. Sedangkan untuk Kepsek Aparatur Sipil Negara (ASN) sertifikasi berjumlah 2.991 orang dan non sertifikasi sebanyak 258. Sementara untuk Kepsek Non ASN tersertifikasi tercatat 254 orang dan 997 yang belum tersertifikasi.

Di sisi lain Abdul menambahkan, berdasarkan perjanjian dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi disepakati dan ditargetkan satu desa minimal satu TK.
“Pertama kali terjadi sepanjang sejarah di mana murid TK mendapat bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar 450 ribu per tahun. Untuk tahun ini kami (Kemendikdasmen – red), mengalokasikan alokasikan anggaran bagi 888 lebih murid TK,” jelas Abdul.
Wujudkan Program Presiden Prabowo

Dia berharap program yang tengah digiatkan Presiden Prabowo memajukan pendidikan dan mewujudkan asta cita ke empat, membangun sumber manusian yang unggul dapat terealisasi.
Hadir pada kegiatan tersebut, Wali Kota Bitung, Bupati Minahasa Utara, Bupati Minahasa Selatan, Bupati Kepulauan Talaud, Forum Pimpinan Daerah, rombongan dari Kemendikdasmen, kepala – kepala sekolah, para guru dan undangan.
Penulis: Christiaan N.G.

