“Meski setiap organisasi memiliki kewenangan untuk menentukan suatu kegiatan keagamaan, namun soal pencatutan nama seseorang harus dikoordinasikan terlebih dulu, agar tidak menimbulkan preseden buruk.”
HUMAS ARSARI GRUP, RECKY LANGIE.
Pilarmanado.com, MANADO – Humas Arsari Grup, Recky Langie, meminta Dr. Hillary Brigitta Lasut, S.H., LL.M., menghentikan penyebaran opini yang dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik terkait penyelenggaraan Natal Nasional 2026.
Hal ini menyusul klaim di mana Hillary telah mendapat mandat atau restu dari Hashim Djojohadikusumo, sebagai ketua penyelenggara kegiatan tersebut.

Recky menegaskan, klarifikasi diperlukan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat, khususnya kalangan Kristiani di Sulawesi Utara (Sulut), agar tidak menimbulkan persepsi keliru mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Perlu Ada Kejelasan Informasi
Menurut Recky, pihaknya tidak mempersoalkan hak organisasi mana pun untuk menyelenggarakan perayaan Natal secara nasional. Namun, ia mengingatkan agar keputusan internal suatu organisasi tidak dikaitkan dengan nama Hashim Djojohadikusumo tanpa kejelasan informasi.
“Ada kesan seolah – olah Pak Hashim telah merestui Ibu Brigitta sebagai ketua panitia. Perlu diketahui, hubungan antara Pak Hashim dengan organisasi – organisasi tertentu wajib ditelusuri kebenarannya,” tegas Recky.
Selain itu, Recky juga menyoroti pentingnya membedakan perayaan natal yang diselenggarakan organisasi kemasyarakatan, dengan natal nasional yang melibatkan pemerintah pusat.
Dapat Timbulkan Persepsi Kurang Baik
Menurutnya, kegiatan keagamaan yang melibatkan unsur pemerintah memiliki tata kelola dan mekanisme koordinasi tersendiri, termasuk kemungkinan keterlibatan kementerian terkait.
“Oleh sebab itu, penggunaan istilah natal nasional harus dilakukan secara cermat, agar tidak menimbulkan persepsi kurang baik, karena belum terkonfirmasi,” saran Recky.

Recky juga mengingatkan agar nama Hashim Djojohadikusumo tidak dicantumkan dalam undangan, proposal permohonan dana, maupun materi publikasi kegiatan apabila keterlibatan atau dukungannya belum dapat dipastikan.
Informasikan Secara Terbuka dan Akurat
Menurutnya, ketidakjelasan informasi mengenai posisi dan peran seseorang dalam suatu kegiatan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Terlebih, apabila publik telanjur meyakini bahwa Hashim memiliki hubungan langsung dengan penyelenggaraan Natal Nasional 2026.
“Jika kemudian Pak Hashim tidak menghadiri kegiatan itu, masyarakat bisa salah menafsirkannya. Saran saya, jangan sampai muncul tudingan-tudingan seperti itu,” ujar Recky.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menyampaikan informasi secara terbuka, akurat, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, penyelenggaraan kegiatan keagamaan dapat berlangsung dengan baik, tanpa menimbulkan polemik akibat informasi yang belum terverifikasi. eky/ing.
