Close Menu
PilarManado.comPilarManado.com
    Terbaru

    Saksi Ahli: Perkara Tita Bukan Semata – mata Perbuatan Pidana

    23 September 2026

    Suara dari Warga di 112 Hingga Sirene Damkar: Kisah ‘Om Damkar’ Melayani Manado

    23 September 2026

    Ancaman Beribadah Makin Menjadi, Santrawan: Negara tak Boleh Kalah Hadapi Intoleransi

    21 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    PilarManado.comPilarManado.com
    Subscribe
    • Beranda
    • Sulut
      1. Manado
      2. Bitung
      3. Tomohon
      4. Minut
      5. Nusa Utara
      6. Minahasa Raya
      7. Bolmong Raya
      Featured

      Saksi Ahli: Perkara Tita Bukan Semata – mata Perbuatan Pidana

      By Indra23 September 20264 Views
      Recent

      Saksi Ahli: Perkara Tita Bukan Semata – mata Perbuatan Pidana

      23 September 2026

      Suara dari Warga di 112 Hingga Sirene Damkar: Kisah ‘Om Damkar’ Melayani Manado

      23 September 2026

      Ancaman Beribadah Makin Menjadi, Santrawan: Negara tak Boleh Kalah Hadapi Intoleransi

      21 September 2026
    • Hukum & Kriminal

      Saksi Ahli: Perkara Tita Bukan Semata – mata Perbuatan Pidana

      23 September 2026

      Ancaman Beribadah Makin Menjadi, Santrawan: Negara tak Boleh Kalah Hadapi Intoleransi

      21 September 2026

      Bernostalgia ke Almamater, Dr. Santrawan Kupas Teori dan Praktik Hukum Pidana

      17 September 2026

      Bupati Talaud Persilakan Dugaan Jual Beli Jabatan Dilapor ke APH

      17 September 2026

      Putra Tompaso Baru Naik Kelas, AKBP Christian Lolowang Pimpin Polres Tegal Kota

      1 September 2026
    • Sosial Politik

      Bernostalgia ke Almamater, Dr. Santrawan Kupas Teori dan Praktik Hukum Pidana

      17 September 2026

      Bupati Talaud Persilakan Dugaan Jual Beli Jabatan Dilapor ke APH

      17 September 2026

      Wakili Bupati, Sekdakab Minut Buka Pelatihan Penyusunan LPJ Pilhut

      8 September 2026

      Komando Inti Pemuda Pancasila Manado Dukung Kapolda Sulut Berantas Korupsi

      5 Agustus 2026

      Plt Bupati Sitaro Diingatkan Berhati – hati Ambil Kebijakan

      14 Juli 2026
    • Pendidikan

      Bernostalgia ke Almamater, Dr. Santrawan Kupas Teori dan Praktik Hukum Pidana

      17 September 2026

      Joune Ganda Lepas Kontingen Minut ke Jambore Nasional

      12 Agustus 2026

      Bupati Joune Buka MPLS SNT

      11 Agustus 2026

      Sambut HUT ke 81RI, SD Negeri 103 Manado Gelar Beragam Lomba

      6 Agustus 2026

      Raih Doktor, Joune Ganda Komit Tingkatkan Pelayanan Publik

      27 Juli 2026
    • Olahraga

      Maknai HUT ke-81 RI, Bupati Joune Tekankan Pentingnya Pembentukan Karakter

      5 Agustus 2026

      Sebanyak 169 Pesepak Bola Muda Ikuti Seleksi EPA 2026 di Manado

      6 Juli 2026

      YSK Ingin Jadikan Tompaso Destinasi Pacuan Kuda Terbesar di Sulut

      5 Januari 2026

      Gubernur YSK Buka Sulut Chess Open 2025

      10 Desember 2025

      Gubernur YSK Dukung Sulut Tuan Rumah Kejurnas Panahan

      10 Desember 2025
    • Lainnya
      1. Kesehatan
      2. Pariwisata
      3. Artikel
      4. Teknologi
      5. Lifestyle
      6. View All

      Hadapi Ancaman El Nino, Pemkab dan Polres Minut Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

      5 Agustus 2026

      Green Community dan PMR SMA Negeri 7 Manado Ikut Diskusi RANTARA

      16 Maret 2026

      Gubernur YSK: K3 Bukan Sekadar kewajiban Regulatif

      26 Februari 2026

      Sulut Raih UHC Award 2026

      27 Januari 2026

      PDAM Wanua Wenang Berbenah, Keluhan Pelanggan Direspons Cepat

      1 September 2026

      Sebanyak 16 Titik PJU di Matuari Rampung, Warga Kini Nikmati Penerangan

      16 Agustus 2026

      Wabup Minut Hadiri Puncak Gelaran TIFF

      9 Agustus 2026

      Pemkab Minut Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

      5 Agustus 2026

      Suara dari Warga di 112 Hingga Sirene Damkar: Kisah ‘Om Damkar’ Melayani Manado

      23 September 2026

      Joune Ganda Hadiri Pelantikan Pengurus PMI Minut

      16 Juni 2026

      Dinsos Sulut Salurkan Bantuan Gubernur YSK untuk Korban Kebakaran di Kotamobagu

      21 November 2025

      Ditunjuk Sebagai Konsultan Hukum di Majalah Forum Keadilan, Santrawan: Kepercayaan Itu Mahal

      19 November 2025

      Lakukan Terobosan, KIMBERS Bertekat Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

      26 Agustus 2024

      Gubernur YSK Buka Puasa Bersama MUI Sulut

      24 Februari 2026

      Gubernur YSK Open House Bersama Warga Kakas dan Remboken

      26 Desember 2025

      Hadiri Ibadah Natal Gereja Tiberias, Gubernur Ajak Jemaat Bersatu Majukan Sulut

      11 Desember 2025

      Dinsos Sulut Salurkan Bantuan Gubernur YSK untuk Korban Kebakaran di Kotamobagu

      21 November 2025

      Saksi Ahli: Perkara Tita Bukan Semata – mata Perbuatan Pidana

      23 September 2026

      Suara dari Warga di 112 Hingga Sirene Damkar: Kisah ‘Om Damkar’ Melayani Manado

      23 September 2026

      Ancaman Beribadah Makin Menjadi, Santrawan: Negara tak Boleh Kalah Hadapi Intoleransi

      21 September 2026

      Bernostalgia ke Almamater, Dr. Santrawan Kupas Teori dan Praktik Hukum Pidana

      17 September 2026
    PilarManado.comPilarManado.com
    Beranda » Suara dari Warga di 112 Hingga Sirene Damkar: Kisah ‘Om Damkar’ Melayani Manado

    Suara dari Warga di 112 Hingga Sirene Damkar: Kisah ‘Om Damkar’ Melayani Manado

    IndraBy Indra23 September 20265 Views
    Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
    Follow Us
    Facebook Instagram TikTok
    Share
    Facebook WhatsApp Copy Link

    Pilarmanado.com, MANADO – Fenomena El Nino yang turut memperpanjang musim kemarau, membuat suhu udara terasa semakin panas dan kondisi lingkungan menjadi lebih rentan terhadap kebakaran.
    Situasi ini diperparah dengan debit air yang terus menurun. Sementara di sisi lain, laporan kebakaran di Kota Manado masih silih berganti berdatangan hampir setiap hari.
    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Manado, Noviyanti Mongkau, S.E., mengatakan, jumlah laporan kebakaran di Kota Manado dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan – bulan sebelumnya.
    “Laporan kebakaran yang diterima oleh Call Center 112 Manado menunjukkan peningkatan setiap bulannya. Mulai dari Juni hingga per hari ini, 18 September 2026, terdapat 311 laporan kebakaran,” ujar Noviyanti.

    Angka 311 kata dia, bukan sekedar deretan data, melainkan gambaran tentang ancaman yang terus berulang di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering.
    Dalam situasi seperti ini, api lebih mudah menyala, cepat membesar, dan sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan warga serta lingkungan sekitar. Jenis kejadian yang ditangani pun beragam, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), hingga kebakaran sampah yang berpotensi meluas akibat keringnya kondisi lingkungan.
    Di tengah kepulan asap, panas yang menyengat dan kobaran api yang bisa berubah arah sewaktu-waktu, seorang petugas pemadam kebakaran harus tetap bergerak. Tidak banyak waktu untuk berpikir panjang. Yang ada di kepala hanya satu: apakah masih ada orang yang terjebak dan membutuhkan pertolongan?
    Begitulah cara seorang anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado menjalani tugasnya. Di media sosial, ia lebih dikenal dengan sapaan sederhana: ‘Om Damkar’.

    Sosok Om Damkar

    Di balik nama yang kini akrab di telinga masyarakat itu, tidak ada jabatan istimewa. Ia adalah Hilario Mario Anlo, seorang staf yang mengabdikan diri untuk masyarakat Kota Manado.
    Perjalanan pengabdiannya dimulai pada Maret 2021, ketia ia bergabung sebagai tenaga honorer. Empat tahun kemudian, pada 2025, ia resmi diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Baginya, menjadi petugas pemadam kebarakan bukan semata-mata pekerjaan, melainkan kesempatan untuk mengabdi dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
    “Saya bangga menjalani pekerjaan sebagai ASN, apalagi terkait dengan menyelamatkan nyawa orang,” katanya saat diwawancarai di Pos Pemadam Kebarakan di Kecamatan Mapanget.

    Nama Om Damkar sendiri lahir dari hal yang sederhana, yakni percakapan dengan sang istri. Sebelumnya, ia menggunakan nama pribadi Mario Anlo di media sosial. Namun, sang istri kerap memberikan semangat dengan kalimat, ‘Semangat Om Damkar’.
    Sejak 2025, ia mengganti nama akun media sosialnya menjadi Om Damkar. Dari sana, nama tersebut semakin dikenal masyarakat dan perlahan menjadi identitas yang melekat pada dirinya sebagai petugas pemadam kebakaran.
    Hal itu tidak lepas dari konten yang rutin dibagikannya, berupa foto dan video aktivitas petugas pemadam kebakaran saat menangani dan memadamkan kebakaran di berbagai lokasi.
    Bagi dirinya, perubahan nama itu membawa pengalaman baru. Ia merasa lebih dekat dengan masyarakat melalui media sosial. Interaksi yang terbangun tidak hanya membuat masyarakat mengenal sosok di balik seragam pemadam kebakaran, tetapi juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara petugas dan masyarakat. Namun, kedekatan tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri.

    Baca Juga:  Belajar Mengajar SD Negeri 72 Manado Nyaman dan Menyenangkan

    Saya Menunggu Laporan Resmi

    Di era media sosial, kebakaran seringkali diketahui oleh publik sebelum petugas. Ketika sebuah video diunggah, foto beredar, warga mulai membagikan informasi. Dalam hitungan menit, sebuah kejadian bisa menjadi viral.
    Hal ini dialami juga pernah dialami olehnya. Ada sebuah kebakaran, masyarakat justru menunggah video atau foto dan menandai akun media sosial Om Damkar dengan harapan petugas segera datang. Padahal, informasi yang beredar di media sosial belum tentu menjadi laporan resmi yang bisa langsung ditindaklanjuti oleh anggota pemadam kebakaran.

    Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menjadikan media sosial sebagai jalur pertama ketika melihat kebakaran atau kondisi darurat. Menurut dia, langkah paling tepat adalah segera menghubungi layanan resmi yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Manado.
    “Jangan dulu diunggah di media sosial, langsung hubungi kami di Layanan Call Center 112, bebas pulsa,” katanya.
    Ia menjelaskan masyarakat yang melaporkan kejadian akan dilayani oleh operator yang siap menerima laporan selama 24 jam. Selanjutnya, laporan yang masuk akan diteruskan kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado atau perangkat daerah lainnya untuk segera ditindaklanjuti sesuai kondisi darurat yang dilaporkan.
    Sebab, bagi petugas, yang paling dibutuhkan bukan sekadar informasi yang ramai, melainkan informasi yang cepat dan tepat. Dalam situasi darurat, beberapa menit keterlambatan informasi dapat menentukan kondisi yang akan mereka hadapi Ketika tiba di lokasi.

    Baca Juga:  Gubernur Sulut Setuju Penetapan Ranperda RTRW 2025 - 2044

    Yang Pertama Terlintas: Ada yang Harus Diselamatkan

    Ketika laporan kebakaran masuk, tidak ada banyak waktu untuk bersiap. Anggota segera mengambil perlengkapan, naik ke armada dan bergerak menuju lokasi. Titik lokasi biasanya diketahui melalui peta yang dibagikan dalam grup koordinasi WhatsApp.
    Untuk mempercepat pergerakan, sebelum laporan datang, armada telah disiapkan dengan air sehingga petugas bisa langsung bergerak ketika terjadi kebakaran.
    “Yang ada di pikiran kami, ada orang yang terjebak dan perlu diselamatkan. Kami harus cepat-cepat ke lokasi,” katanya.
    Perjalanan menuju lokasi pun bukan tanpa risiko. Kemacetan menjadi salah satu hambatan yang sering dihadapi. Belum lagi akses menuju lokasi kebakaran yang terkadang sempit dan dipenuhi kabel listrik.
    Bagi masyarakat, suara sirene mungkin hanya terdengar sebagai tanda bahwa petugas sedang menuju lokasi tetapi bagi para pemadam, perjalanan itu sendiri sudah menjadi bagian dari risiko pekerjaan.
    “Pekerjaan kami sudah mempertaruhkan nyawa. Di perjalanan menuju lokasi kebakaran saja sudah mempertaruhkan nyawa, apalagi di lokasi,” ujarnya.
    Di lokasi kebakaran, ia mengaku kondisi yang ditemui petugas kerap berbeda dengan laporan awal. Kebakaran yang semula disebut kecil dapat berubah menjadi lebih besar saat petugas tiba. Ia pernah menerima laporan kebakaran alang-alang yang masih berskala kecil.
    Namun, ketika petugas tiba di lokasi, api telah menjalar hingga mendekati rumah warga. Dalam situasi seperti itu, menurutnya, keberanian saja tidak cukup. Seorang petugas harus memiliki kemampuan dan kesiapan untuk menghadapi berbagai di lapangan.
    “Kami tidak jago menghadapi kebakaran, tetapi kami terlatih untuk menghadapi kebakaran,” ungkapnya.

    Takut Itu Ada, Tetapi Harus Dikalahkan

    Masyarakat mungkin melihat petugas pemadam kebakaran sebagai sosok yang berani menerobos api. Seragam, helm, selang dan armada merah seolah menjadi simbol keberanian. Namun di balik perlengkapan itu tetap ada manusia yang bisa merasa takut. Ia mengaku rasa takut tetap ada setiap kali masuk ke situasi berbahaya. Hanya saja, ada sesuatu yang lebih besar dari rasa takut itu.
    “Rasa takut saya dikalahkan oleh keinginan saya untuk menyelamatkan nyawa,” katanya.
    Kalimat tersebut bukan sekadar slogan. Ia pernah berada dalam situasi yang membuat pilihan menjadi sangat sulit. Salah satu kejadian yang paling membekas adalah kebakaran di salah satu mal di Kota Manado yaitu Mega Mal. Kebakaran di Mega Mal terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026 lalu yang mengakibatkan satu orang karyawan meninggal dunia.
    Dalam kebakaran di Mega Mal tersebut, Ia mengungkap bahwa saat itu, masih ada korban yang berada di dalam bangunan. Keinginan untuk masuk dan menyelamatkan pun begitu besar. Namun, akses untuk mencapai korban telah tertutup oleh kobaran api. Bagi seorang petugas yang terbiasa bergerak menuju sumber bahaya, tidak bisa masuk justru menjadi salah satu pengalaman paling berat.
    Peristiwa ini menjadi kejadian yang paling ia ingat, bukan karena besarnya kobaran api semata, melainkan karena ada keinginan untuk menyelamatkan seseorang yang pada saat itu tidak dapat dilakukan.

    Baca Juga:  Tolak Kriminalisasi, Manajemen dan Karyawan IT Center Manado Gelar Aksi Damai

    Respon Masyarakat

    Pengalaman menangani kebakaran besar, termasuk insiden di Mega Mal yang hingga kini masih membekas baginya, menjadi bagian dari perjalanan pengabdian sebagai petugas pemadam kebakaran. Setiap api yang berhasil dipadamkan dan setiap nyawa yang berhasil diselamatkan merupakan bagian penting dari tugas pelayanan kepada masyarakat.
    Di tengah risiko dan tantangan di lapangan, apresiasi masyarakat menjadi salah satu penyemangat bagi petugas.
    “Ketika ada yang berterima kasih kepada kami, kami bersyukur. Artinya, masih ada orang yang peduli dengan pemadam,” ujarnya.
    Namun, tidak semua respon yang diterima berupa apresiasi. Kritik hingga cacian terkadang datang ketika penanganan di lapangan tidak berjalan sesuai harapan masyarakat. Bagi petugas, hal tersebut merupakan bagian dari risiko pekerjaan.
    “Sudah biasa. Itu memang risiko pekerjaan kami,” katanya.
    Meski demikian, berbagai respon tersebut tidak menyurutkan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas secara profesional. Sebab, di tengah kobaran api dan situasi darurat, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.

    Waspada dan Cegah Kebakaran Bersama

    Seiring dengan kondisi cuaca yang panas dan kering serta musim kemarau yang berkepanjangan, ia menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.
    Masyarakat diharapkan tidak membakar sampah secara sembarangan, memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, serta memeriksa dan memastikan kompor maupun peralatan yang dapat memicu api telah dimatikan setelah digunakan. Hal-hal sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan tempat tinggal maupun di ruang publik. (rls kominfo/ing)

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Saksi Ahli: Perkara Tita Bukan Semata – mata Perbuatan Pidana

    23 September 2026

    Ancaman Beribadah Makin Menjadi, Santrawan: Negara tak Boleh Kalah Hadapi Intoleransi

    21 September 2026

    Bernostalgia ke Almamater, Dr. Santrawan Kupas Teori dan Praktik Hukum Pidana

    17 September 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terbaru

    Saksi Ahli: Perkara Tita Bukan Semata – mata Perbuatan Pidana

    23 September 20264 Views

    Suara dari Warga di 112 Hingga Sirene Damkar: Kisah ‘Om Damkar’ Melayani Manado

    23 September 20265 Views

    Ancaman Beribadah Makin Menjadi, Santrawan: Negara tak Boleh Kalah Hadapi Intoleransi

    21 September 2026186 Views

    Bernostalgia ke Almamater, Dr. Santrawan Kupas Teori dan Praktik Hukum Pidana

    17 September 2026132 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    • TikTok
    Visitor
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Adalah Portal berita online sebagai media informasi memberikan suguhan berita-berita terkini yang up to date. Berbagai isu dan topik disajikan untuk kemudian dikonsumsi pengguna sebagai pengguna media sosial. Adanya portal berita ini akan sangat membantu masyarakat untuk memperoleh berita secara praktis.

    Terbaru

    Saksi Ahli: Perkara Tita Bukan Semata – mata Perbuatan Pidana

    23 September 2026

    Suara dari Warga di 112 Hingga Sirene Damkar: Kisah ‘Om Damkar’ Melayani Manado

    23 September 2026

    Ancaman Beribadah Makin Menjadi, Santrawan: Negara tak Boleh Kalah Hadapi Intoleransi

    21 September 2026
    Terpopuler

    Selingkuh Perempuan ASN Terbongkar, Yudi Akui Lakukan Zinah Bersama Perawat VK di RS Mata Sulut

    7 April 20261,694 Views

    Gubernur Sulut Dampingi Menhan Tinjau Lokasi Pembangunan SMA Unggulan Garuda Nusantara di Langowan

    19 Maret 2025947 Views

    Gubernur Yulius Selvanus Terima Kunker Komisi V DPR RI

    16 April 2025938 Views
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
    • Home
    • Editor
    • Perusahaan
    © 2026 North Sulawesi. Designed by Yamamoto Akay.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.